Home / MITRA POLISI / Cegah Abrasi Laut, Wakapolda Maluku Utara Berkolaborasi Dengan Pemerintah Desa Loleo Menanam 4000 Bibit Pohon Mangrove

Cegah Abrasi Laut, Wakapolda Maluku Utara Berkolaborasi Dengan Pemerintah Desa Loleo Menanam 4000 Bibit Pohon Mangrove

 

 

 

 

 

 

Tribratanews.malut.polri.go.id-Polda Maluku Utara, Wakapolda Maluku Utara Kombes Pol.  Lukas Akbar Abriari, S.I.K., M.H., yang didampingi Irwasda Maluku Utara Kombes Pol. Dicky Kusumawardana M.M, Dir Polairud Polda Maluku Utara Kombes Pol. R. Djarot A. R. S.I.K., melakukan kungjungan ke Desa Loleo Kec. Weda Selatan Kab. Halteng dan menyerahkan bibit tanaman Mangrove sebanyak 4000 Pohon untuk ditanam di Pesisir Panatai Desa Loleo. Minggu 12/01/20.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Irswasda Polda Maluku Utara Kombes Pol. Dicky Kusumawardana M.M., Dir Polairud Polda Maluku Utara Kombes Pol. R. Djarot. A. R. S.I.K., Kapolres Halmahera Tengah AKBP Nico A. Setiawan, S.I.K, M.M., Waka Polres Halteng Kompol  Jasim Hoda S.H., Camat Weda Selatan Bpk. Hairun Amir, Personil Polres Halteng Beserta Bhabinkamtibmas Kec. Weda Selatan, 1 Peleton Personil Dit Polairud Polda Maluku Utara, Siswa Siswi SD, SMP dan SMA Serta Seluruh Masyarakat Desa Loleo Kec. Weda Tengah.

Sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah, Wakapolda Malut, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari, S.I.K.,M.H., memberikan bibit tanaman Mangrove berjumlah kurang lebih  4000 bibit kepada masyarakat loleo untuk ditanam di Pesisir Pantai Desa Loleo.

“Dengan penanaman Bibit Mangrove, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, keterlibatan dalam pengelolaanya agar masyarakat dapat mengambil manfaat, sehingga dengan penanaman mangrove ini bisa menjadi penguatan perekonomian bagi masyarakat di desa loleo Kab. Halmahera Tengah.” Kata Wakapolda.

 

 

 

 

Wakapolda Maluku Utara dalam kegiatan tersebut juga mengatakan, penanaman mangrove sangatlah bermanfaat karena dapat mencegahh abrasi air laut, dengan adanya penanaman mangrove kita akan terhindar dari abrasi laut, ini disebabkan mangrove sangat kuat untuk menahan ombak.

Lanjut Wakapolda, Mangrove merupakan salah satu ekosistem esensial yang mendukung sektor perikanan, mengurangi erosi pantai, banjir serta dapat menjaga kualitas air pesisir, konservasi keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon dan menyediakan bahan alami sebagai sumber mata pencaharian bagi jutaan orang.

Dalam kesempata tersebut Dir Polairud Polda Malut juga menyamppaikan, bahwa berdasarkan hasil penyusunan one map mangrove nasional sampai dengan tahun 2018, dari kurang lebih 79 juta hektar luas mangrove indonesia, seluas kurang lebih 2.62 juta hektar ekosistem mangrove dalam kondisi baik dan seluas kurang lebih 1.19 juta hektar dalam kondisi kritls.

Kerusakan ekosistem mangrove tersebut disebabkan antara lain, adanya konversi lahan mangrove menjadi penggunaan lain, illegal loging, hama dan penyakit, pencemaran dan perluasan tambak serta praktek budidaya yang tidak berkelanjutan. hal ini telah menyebabkan deforestasi ekosistem pesisir, penurunan kualitas air dan polusi.

 

 

 

 

 

 

“Fakta menunjukkan bahwa sekitar 5% sd 6% hutan mangrove indonesia hilang atau rusak setiap tahunnya, kerusakan tersebut pada akhirnya menyebabkan adanya perubahan lingkungan yang mendorong peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer yang berdampak terhadap perubahan iklim yang menjadi perhatian dunia.’ Ujar Dir Polairud

Hasil penelitian bahwa lebar tanaman mangrove kurang lebih 100 M dengan ketinggian akar kurang lebih 30 CM sampai 1 M dapat mereduksi besarnya gelombang tsunami. Disamping itu juga, hutan mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon 5 kali baik dari hutan daratan sehingga eskositem mangrove perlu tetap dipertahankan sebagai bagian dari upaya kita untuk menangani masalah lingkungan.

Mengingat dampak yang ditimbulkan dari kerusakan ekosistem mangrove sangat luas, maka ekosistem mangrove harus dikelola dan digunakan secara bijak dan berkelanjutan. Untuk itu indonesia telah memiliki beberapa kebijakan dalam mengelola mangrove, diantaranya adalah melakukan program rehabilitasi dan restorasi hutan mangrove, program rehabilitasi bertujuan untuk memulihkan hutan mangrove yang mengalami kerusakan.

Dir Polairud Juga menyampaikan, sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah, maka Polri melakukan upaya penanaman mangrove, dimana diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya sehingga masyarakat merasa memiliki dan dapat mengambil manfaat ekonomi, lingkungan dan sosial.

“Dengan kegiatan semacam ini, diharapkan masyarakat dapat memelihara dan melestarikan mangrove yang ada di pesisir Maluku Utara.” Tutup Dir Polairud.(Wtftt)

About wanto

Check Also

Hadiri Pencanangan Ketahanan Pangan di Desa Wayamiga, Kapolres Halsel Ikut Menanam Tanaman Holtikultura

        Upaya antisipasi penyebaran Virus Corona atau COVID – 19 di Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *