Home / POLISI KITA / Kapolres Halut Menenangkan Aksi Pemblokiran Jalan oleh Pemuda Desa Tahane Terkait Penanganan Kasus Pemerkosaan Pembunuhan Alm. Gamaria W. Kumala

Kapolres Halut Menenangkan Aksi Pemblokiran Jalan oleh Pemuda Desa Tahane Terkait Penanganan Kasus Pemerkosaan Pembunuhan Alm. Gamaria W. Kumala

 

 

 

 

 

 

 

Tribratanews.malut.polri.go.id-Polda Maluku Utara, Halut – Aksi pemblokiran akses jalan trans halut oleh Pemuda Desa Tahane Kec. Malifut Kab. Halut, Selaku Korlap Susanto Ahmad menggunakan alat perga Bendera merah putih, kayu dan sapduk bertuliskan ” Hukum Mati Ronal” dengan jumlah Massa kurang lebih 100 orang Sabtu 03/08/19 pukul 08.00 Wit yang Bertempat di Pertigaan Desa Tahane Kec. Malifut Kabupaten. Halmahera utara

Adapun pernyataan sikap Mendesak Polda Malut untuk mengambil alih kasus pembunuhan kiki kumala,Meminta kepada Kapolda Malut untuk bertemu dengan massa pengjuk rasa ,hukum Mati pembubuhun KIKI KUMALA ,Mendesak Dinas Perhubungan propinsi Malut dan Kab. Halut untuk menertibkan angkutan umum.

Aksi yang dilakukan oleh pemuda dan masyarakat Desa Tahane di jalan lintas terjadi penumpukan kendaraan dari dua arah yaitu dari arah sofifi dan arah Tobelo.

Orasi oleh kades Tahane RAFIT U. BASARUN. menyamapaikan bahwa saya hadir disini untuk menyamapaikan kepada suluruh masyarakat halmahera utara bahwa hari ini sudah tidak ada lagi rasa bahwa jalan ini kita punya semua yang di buat dengan anggaran APBN, ini langkah yang kami buat agar kepolisian halmahera utara, DPR halmahera utara turun dan samapaikan kepada Polda Maluku utara untuk segera mungkin eksekusi mati pelaku pembunuhan.

Bahwa aksi ini adalah aksi dimana masyarakat sangat emosi sehingga berikan waktu untuk bisa meredahkan amarah masyarakat, saya juga berharap untuk tidak menutup akses jalan lintas namun gerakan ini gerakan spontan yang saya juga tidak tahu sampai dengan menutup akses jalan untuk itu sebentar nanti setelah makan siang saya sampaikan kepada masyarakat.

Saat ini saya belum biasa mengambil langkah untuk melarang agar tidak menutup akses di khawatirkan saya bisa di baliki oleh masyarakat bahwa saya tidak mendukung.

Kapolsek Malifut Ipda Kolombus Guduru menyampaikan kepada massa aksi bahwa Kami Polsek Malifut Polres Halmahera utara sangat prihatin yang paling dalam terkait dengan kejadian ini, perlu di ketahui bersama bahwa kasus ini sudah di ambil alih oleh penyidik polda Malut dan melibatkan penyidik dari Polres Halut, Polres Tidore dan Polres Tikep dan saat ini penyidik Polda Malut masih menunggu hasil tes DNA otopsi dari mabes Polri. terkait dengan pasal yang di terapkan adalah pasal pembunuhan berencana dan pasal pemerkosaan.

Terkait dengan tuntutan Bapak ibu sekalian terhadap pelaku itu adalah Ranah nya kejaksaan dan hakim sebagai penuntut umum, karena Polri sudah menerapkan pasal sesuai perbuatan yg dilakukan oleh pelaku, untuk itu mohon bapak ibu bersabar dan percayakan kasus ini kepada Penyidik Polri.

Kembali Orasi oleh Kades Tahane RAFIT U. BASARUN Gerakan kami hari ini menyampaikan perjuangan masyarakat tahane dimana kami menuntut secepatnya penyelesaian kasus pemerkosaan dan pembunuhan keluarga kami kiki, mengingat kejadian ini sudah cukup lama.

Kami mengutuk keras pelaku pembunuhan dan pemerkosaan untuk di hukum mati, kami tahu perundang undangan dan menghargai proses hukum yang berlaku di indonesia,

kami meminta Kapolda Malut untuk turun dan mebemu kami seluruh Masyarakat tahane agar pemerintah pusat dalam hal ini presiden juga tau ini perjuangan kami dalm menuntut keadilan.

kami minta agar persoalan ini pihak kepolisian cepat selesaikan hal ini dikarenakan jika ini tdk diselesaikan dipastikan akan adanya pertumpahan Darah,karena kami tau ada keluarga ronal di lelilef kami warga tahane akan menyerang desa Relilef.

Pada Pukul 13. 30 Wit Kapolres Halut AKBP YUYUN ARIEF KUS HANDRIATMO SIK MSI tiba dilokasi aksi Desa Tahane dan langsung menandatangani seribu dukungan Petisi hukan mati, kemudian menuju rumah orang tua korban dan menyampaikan

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam menangani kasus ini kami memerlukan dukungan dari seluruh pihak dan aksi yang dilaksanakan masyarakat tahane hari ini kami anggap sebagai pemacu kami dalam bekerja untuk menyelesaikan kasus ini. Kita bekerja sesuai dengan prosedur dan untuk hukuman yang akan diberikan kepada pelaku harus melalui proses penyelidikan

Kejadian kasus ini bukan terjadi di wilayah Halut, seandainya kejadian ini terjadi di Halut saya sendiri yang akan mengambil alih kasus ini. saya sebagai Kapolres Halut dan korban merupakan warga Halut saya berjanji akan terus mengawal kasus ini sampai kasusnya selesai.

“Kami sudah mendapatkan instruksi dari Kapolda agar kasus ini ditangani secara serius dan maksimal. Untuk kasus ini pihak Polri sudah bekerja secara maksimal,ini di buktikan dengan sampai turunnya personel dari Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan.” Tegas Kapolres.

Mengenai Barang bukti berula koper yg ditemukan warga weda,bukan berarti Polri tidak mampu bekerja.tetapi itu merupakan hasil dari kerja sama Polri dan masyarakat dalam proses penyidikan. Penyampaian pihak keluarga kami meminta pelaku di hukum mati Kami Meminta agar pelaku di bawa ke Halut dan diproses di Polres halut karena korban adalah warga Halut.

Seberat apapun proses dan tindakan yg diberikan pihak polri terhadap pelaku,kami sebagai keluarga tidak akan merasa puas kalau pelaku tidak dapat di hadirkan disini, agar pihak Polri bekerja secara Maksimal dan jangan terlalu lamban menyelesaikan kasus ini.

Kapolres Halut AKBP Yuyun Arief Kus Handriatmo S.I.K M.Si, kembali menuju lokasi aksi dan memberikan arahan kepada masyarakat desa tahane Saya hadiri disini sebagai keluarga, kami punya beban moril besar untuk polres halut, saat ini penanganan sudah di ambil alih oleh polda malut, sy sebagai kapoles halut punya beban moril, saya secara pripadi memahami hal tersebut, samapai saat ini proses ini kami masih kawal, polda masih memberikan laporan kepada kami,

Tim mabes polri sudah menurunkan tim otopsi, dan saat ini masih menunggu hasil otopsi, terkait dengan penemuan barang sudah masuk dalam daftar pencarian barang, polisi bukan peramal, polisi sudah bekerja maksimal, pasal yang di sangkakan pasal pembunuhuan berencana, pasal pemerkosaan dan ini pasal berlapis, kami butuh dukungan doa dan kami juga berada pada pihak almarhum

Ini wujud keprihatinan kami bahwa hal ini tidak bisa di biarkan, dukungan kepada almarhuma dan dukungan kepada kami bukan hanya sekedar di lakukan, para kapita – kapita melakukan seminar itu sebagai bentuk dukungan

Apa yang kami lakukan setidaknya sudah maksimal, kita doakan almarhuma dan keluarga agar bisa tenang, dan kami meminta dukungan doa agar kami bisa melaksanakan tugas dengan baik, legah hati kami apabila ini bisa maksimal, terkait dengan kondisi sekarang kami sudah melaksanakan rapat dengan dinas terkait bahwa sumua yang mobil angkutan agar di tertibkan,

Kami mohon untuk kita buka jalan ini, sehingga kita bisa tunjukan kepada masyarakat lain, kita tunjukan perilaku kita, tunjukan impati kepada kelauarga,unkap Kapolres.(Wtftt/H1000)

About wanto

Check Also

Operasi Bina Waspada II Kieraha Tahun 2019, Polda Maluku Utara Laksanakan Apel Gelar Pasukan

          Tribratanews.malut.polri.go.id-Polda Maluku Utara, Polda Maluku Utara melalui Direktorat Binmas Polda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *