Home / BINKAM / Konferensi Pers, Personil Dit Polairud Marnit Gebe Berhasil Mengamankan Pelaku Penangkapan Satwa yang di Lindungi

Konferensi Pers, Personil Dit Polairud Marnit Gebe Berhasil Mengamankan Pelaku Penangkapan Satwa yang di Lindungi

 

 

 

 

 

 

Tribratanews.malut.polri.go.id-Polda Maluku Utara, Dir Polairud Polda Maluku Utara AKBP R. Djarot Agung Riadi, S.I.K., yang di dampingi Kabid Humas Polda Malut, AKBP Yudi Rumantoro S.H, S.I.K, M.Si., saat Konferensi Pers di kantor Dit Polairud Polda Malut, terkait dengan penangkapan terhadap 10 nelayan asal Kab. Haltim oleh Personil Polairud Markas Unit Gebe, yang diduga melakukan tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA). Senin 14/10/19.

“Penangkapan terhadap 10 nelayan asal Kab. Haltim ini karena diduga kuat melakukan tindak pidana KSDA di perairan tanjung Safa pulau Gebe Halteng.” Ucap Dir Polairud saat konferensi pers di Mako Polairud.

 

 

 

 

 

 

AKBP R. Djarot Agung Riadi, S.I.K., dalam konferensi pers mengatakan, 10 nelayan yang ditangkap Marnit Gebe ini, karena diduga melakukan pelanggaran tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) sebagimana tercantum dalam Laporan Polisi (LP) nomor : LP/14/X/2019/Ditpolairud, tanggal 11 Oktober 2019, di perairan tanjung Safa Pulau Gebe Kabupaten Halmahera Tengah Prov. Maluku Utara.

Dir Polairud Polda Malut juga menyampaikan, 10 nelayan terduga tindak pidana KSDA ini dengan berinisial AK alias A, MK alias M, JK alias J, BM alias B, LM alias M, TK alias T, RK, E, KK dan JK.

 

 

 

 

 

 

Berdasrkan pengakuan para terduga, tersangka AK mengaku sebagai ketua kelompok yang mengkoordinir penangkapan penyu, sedangkan terduga MK mengaku, telah menangkap 9 ekor penyu, terduga JK menangkap 3 ekor penyu, BM menangkap 2 ekor penyu, LM menangkap 1 ekor penyu, TK menangkap 4 ekor penyu, sedangkan terduga RK, E, KK, dan JK bertindak sebagai motoris dalam penangkapan penyu tersebut.

“Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan anggota diantaranya 3 unit longboat tanpa nama, 3 unit mesin 15 PK merk Yamaha, 14 unit tombak, 6 unit panah, 4 coolbox daging penyu telah dimusnahkan, 10 cangkang penyu, 1 ekor penyu hidup yang telah dilepaskan ke laut dan 18 kepala penyu yang telah dibunuh.” Ujar Dir Polairud

 

 

 

 

 

 

Dari perbuatannya 10 nelayan asal Kab. Haltim yang ditangkap personel Marnit Gebe karena menangkap dan membunuh satwa yang dilindungi, terancam dijerat pasal 40 ayat (2) Jo pasal 21 ayat (2) huruf (a) dan (b) Undang-Undang RI nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000, (seratus juta rupiah). (Wtftt)

About wanto

Check Also

Direktorat Polairud Polda Maluku Utara Menggelar Nonton Bareng Film Hanya Manusia di XXI Jati Land Mall Ternate

            Tribratanews.malut.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Dalam rangka menyambut HUT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *