Home / MITRA POLISI / Penandatangan 10 Pointer Hasil Seminar Komunitas Perss Sofifi oleh Gubernur, Kapolda Malut, Danlanal Ternate dan KSOP Ternate

Penandatangan 10 Pointer Hasil Seminar Komunitas Perss Sofifi oleh Gubernur, Kapolda Malut, Danlanal Ternate dan KSOP Ternate

Tribratanews,malut.polri.go.id – Polda Malut, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Drs. M. Naufal Yahya M.Sc.,Eng, yang di dampingi oleh Dir Polair Polda Maluku Utara  Kombes Pol. Arif Budi Winova S.IK. M.Si,  menghadiri penandatanganan kesepakatan bersama antara pemerintah Provinsi Malut, Kepolisian Daerah Malut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Ternate, Lanal Ternate dan Asosiasi Speedboat Pelabuhan Semut Mangga Dua. Yang di laksanakan Oleh Komonitas Pers Sofifi (Kompress) Maluku Utara dengan mengangkat tema “Meningkat Kepedulian Terhadap Keselamatan Laut di Provinsi Malut. Yang  berlangsung di Pelabuhan Semut Mangga Dua Ternate.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Malut K.H.Abdul Gani Kasuba Lc,  Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Drs. M. Naufal Yahya M.Sc.,Eng, Danlanal Ternate letkol laut (P). Whisnu kusardianto,SE.MH, Dir Polair Polda Malut Kombes Pol. Arif Budi Winova S.IK. M.Si, Kadis perhubungan Provinsi Malut Bpk Rachmat Jabir, Kepala KSOP Kota Ternate Bpk. Taher Laitupa, Ketua komonitas Pers Sofifi/Kompress Bpk. Rusdi Abdurahman.

Dalam kegiatan penandatangan nota kesepahaman tersebut, terdapat 10 kesepakatan yang akhirnya ditanda tangani oleh Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Kapolda Malut Brigjen Pol. M. Naufal Yahya, Danlanal Ternate Kolonel Laut (P) Whisnu Kusardinto, Kepala Kantor Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate.

Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba dalam sambutannya mengemukakan, keselmatan transportasi laut harusnya menjadi perhatian bersama / karena keselamatan merupakan faktor utama yang harus di perhatikan salah satunya alat keselamatan yakni pelampung atau life jacket.

Karena lanjut Gubernur, Malut yang sebagian besar dikelilingi oleh lautan memiliki tingkat kecelakaan laut yang masih sangat tinggi, yang factor utama permasalahan dari kelalaian tersebut adalah ketersediaan kelengkapan keselatan salah satunya life jacket.

“Saya sangat apresiasi kegiatan yang di gagas adik-adik yang liputan di sofifi, karena ini adalah kegiatan untuk bisa mencegah terjadinya korban di laut,” ungkap Gubernur.

Sementara itu Kapolda Malut Brigjen Pol. M. Naufal Yahya mengemukakan, kegiatan yang digagas komPRess adalah kegiatan mulia yang harus di apresiasi karena transportasi dibagi menjadi tiga bagian yakni transportasi udara, laut dan darat dan dibalik transportasi keselamatan pasti ada kecelakaan yang harus di antisipasi bersama.

Sambutan Kapolda Maluku Utara dalam kegiatan tersebut, mengatakan kegiatan yang positif ini tidak terhenti disini, melaikan menjadi kegiatan yang berlangsung secara berkesinambungan sehingga masyarakat yang belum terbiasa akan terbiasa dengan sendirinya, selain itu langkah ini juga menjadi satu pemicu untuk mengingatkan pemerintah untuk lebih peduli tentang keselamatan transportasi laut ini.

“Ini bukan masalah tau berenag ataupun tidak, yang pasti semua orang kalau mengalami kecelakaan di laut akan panik dan ini bisa menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” Ujar kapolda Malut

10 Pointer Penandatanganan hasil seminar yang dilaksanakan oleh Komunitas Perss Sofifi “Dalam Rangka Meningkatkan Kepedulian Terhadap Keselamatan Transportasi Laut di Provinsi Maluku Utara yakni

setiap keberangkatan speedboat dari pelabuhan Ternate menuju Sofifi, Jailolo, Rum Tidore dan pelabuhan Gita, wajib  menggunakan life Jacket sebelum berangkat. setiap speedboat wajib menyediakan alat keselamatan penyeberangan berupa life Jacket, senter, life body, orari dan GPS.

KSOP dan Dishub Provinsi setiap hari wajib memeriksa kelayakan mesin dan alat kelengkapan keselamatan, sebelum speed boat diberikan izin berlayar. Setiap pelabuhan wajib memberlakukan sistem tiket penumpang, yang didalamnya sudah termasuk asuransi keselamatan dari jasa raharja senilai Rp2.000. KSOP dan Dishub Provinsi harus menempatkan petugas lapangan untuk melakukan pengawasan secara intensif di setiap pelabuhan speed boat yang dibantu pihak kepolisian dan Lanal Ternate.

Pihak Kepolisian, KSOP dan Dishub setiap saat perlu dilakukan sweeping, guna mencegah anak dibawa umur yang menjadi operator speed boat. KSOP dan Dishub Provinsi segera melakukan koordinasi dengan KSOP dan Dishub kabupaten kota, guna  menerapkan program keselamatan sebagaimana yang diberlakukan di Ternate.

Pemberlakuan tarif penyebrangan speed boat disesuaikan  dengan SK Gubernur, tanpa harus mengurangi seat (kursi) penumpang pada speed boat. KSOP dan Dishub Provinsi, berkoordinasi KSOP dan Dishub Kabupaten kota untuk tidak mengeluarkan surat persetujuan berlayar, bagi speed boat yang tidak layak beroperasi. Dan Pelabuhan semut Mangga Dua Ternate, dijadikan sebagai pilot projekt penerapan keselamatan penyeberangan yang dimulai pada senin 8 oktober 2018.

Penandatangan 10 poinnter hasil seminar ini selesai, dilanjutkan dengan penyerahan life jacket secara simbolis kepada asosiasi speed boat yang di berikan langsung oleh Gubernur Maluku Utara K.H. Abdul Gani Kasuba Lc, dan Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Drs. M Naufal Yahya M.Sc, Eng. serta dilanjutkan dengan pemeriksaan kelengkapan speed boat oleh Kepala KSOP Ternate dan Dir Polair Polda Maluku Utara. (Wtftt/Muis Tftt)

About wanto

Check Also

Dalam Rangka Memperingati Hari Juang Kartika 2018, Kapolres Tikep Turut Melaksanakan Penghijauan Kodim 1505 di SMK 3 Tidore

Tribratanews.malut.polri.go.id-Tidore Kepulauan, Kapolres Tidore Kepulauan Akbp Doly Heriyadi, S.I.K.,M.Si., pagi tadi turut ambil bagian dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *