Home / POLISI KITA / Personil Polda Malut Gelar Binrohtal Pada Setiap Hari Kamis

Personil Polda Malut Gelar Binrohtal Pada Setiap Hari Kamis

Tribratanews.malut.polri.go.id-Polda Malut. Bertempat di Aula Kieraha Polda Malut, Seusai apel pagi personil Polda Polda Malut yang beragama Islam di wajibkan hadir dalam kegiatan Binrohtal, Kamis (13//06/19).

Kegiatan Binrohtal diikuti langsung oleh Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Drs. Suroto M.Si., Para Pejabat Utama, Pamen, Pama dan Personil Polda Malut.

Sebelum Kegiatan Binrohtal dimulai, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Drs. Suroto M.Si., memberikan penyampaikan kepada Personil Polda Malut. “Kegiatan Binrohtal merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap minggu tepatnya pada hari kamis. Kegiatan Binrohtal merupakan Pembinaan rohani yang sangat penting dilaksanakan agar sehat rohani dan mental yang sehat. Kegiatan Binrohtal diisi dengan pemahaman keimanan agar terbawa dalam pelaksanaan tugas”,ucap Kapolda.

Kapolda meminta kepada Personil untuk setiap minggu meluangkan waktu untuk mendapatkan pembekalan rohani dari ustad, sehingga para Personil betul mendapatkan pengetahuan dan pemahaman bagimana beribadah dan meningkatkan ketakwaan.

Harapan Kapolda Malut agar personil betul-betul dan bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan yang dilaksanakan pada setiap hari kamis ini. Semoga Personil Polda Malut bisa mendapat pengetahuan pembekalan rohani untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sehingga menjadikan bekal dalam menjalani hidup sehari-hari.

Kegiatan Binrohtal Personil Polda Malut dimulai dengan membacakan surah yasin kemudian dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustad Hidayatusalam Sehan, SH.,MH. dengan tema

“Dengan Semangat Dan Keteladanan NABI BESAR MUHAMMAD SAW, Kita Wujudkan POLRI Yang Humanis Dan dicintai Masyarakat Dalam Bingkai Nusantara Yang DAMAI”.

“Tema Tausyiah pada hari ini adalah Tema Sekaligus Doa”,ucap Ustad Hidayatusalam Sehan, SH.,MH.

Kita masih berada di bulan syawal, masih dalam suasan silaturahim. Untuk itu Bagi Personil Polda Malut yang masih melaksanakan Puasa Syawal ALLAH SWT akan memberikan ganjaran seperti dia berpuasa setahun.

Syawal artinya menaik, menanjak, terangkat amal ibadah kita di Bulan Suci Ramadhan. Amal ibadah selama Bulan Suci Ramadahan baru di angkat pada Bulan Syawal dan setelah kita mencapai satu tingkat yang disebut dengan Taqwa, La’allakum Tattaqun. 

Orang yang berpuasa sebulan penuh, tadarus Al-Qur’an, menjaga dirinya dari segala sesuatu yang dilarang oleh ALLAH SWT, terutama di Bulan Suci Ramadhan kemudian mengeluarkan zakat dan bermaaf-maaffan Insya Allah dia diberikan penghargaan yang disebut dengan ketakwaan. Dari situlah takwa bisa mengangkat amal ibadah kita selama 1 bulan penuh.

Rasullullah SAW adalah manusia yang paling bertakwa. Rasullullah SAW menyampaikan “sesungguhnya saya adalah orang yang paling bertakwa diantara kalian, orang yang paling baik diantara kalian. Dalam kehidupanya Rasulullah SAW menghadirkan sisi-sisi Humanis. Rasulullah SAW juga bersahabat dan berteman dengan siapa saja dan selalu berbuat baik, bersedekah dan Infaq.Rasulullah SAW adalah orang yang paling bertaqwa, untuk itulah kita mencari gelar takwa disisi ALLAH SWT. Siapakah orang yang bertakwa, banyak kriteria orang yang bertaqwa. Tapi setidaknya Al-Qur’an Nurkarim tertulis didalamnya, orang yang bertakwa itu setidaknya dia memiliKI Tiga Sifat

  • Orang-orang yang menginfakkan harta mereka dalam keadaan lapar maupun dalam keadaan sempit, dalam keadaan banyak uang sekalipun dirinya dalam kekurangan. Infaq menafkahkan harta bukan untuk diri sendiri, bukan memiliki sesuatu yang mewah-mewah, namun infaq adalah untuk memberikan kepada orang lain. Misalnya ada orang yang sedang kelaparan,kesusahan dan berhutang kita harus saling membantu.
  • Orang yang menahan amarahnya, karena amarah sangatlah tidak baik untuk dirinya. Apabila kita merasa marah alangkah baiknya kita berwudhu atau berpindah tempat atau menghindari rasa marah maka dengan sendirinya rasa marah akan hilang. Syaidin Ali mengatakan rasa marah akan membahayakan dirimu sebelum membahayakan orang lain.
  • memberi maaf kepada orang lain. memberikan maaf berarti kita dekat dengan ketakwaan. Rasulullah SAW, Para Sahabat dan Para Ulamah menganjurkan, mensunnahkan untuk kita saling bermaaf-maaf di hari lebaran. Orang yang bersalaman bukan cuman tanganya saja tetapi hatinya juga harus bersalaman, “mata dan tangan ini tidak berguna kalau hati juga tidak ikut bersalaman”. Orang yang saling bermaffan yang pertama dia akan mendapatkan rasa tenang di hatinya.

Menutup Tausyiah Ustad Hidayatusalam Sehan, SH.,MH. Mengatakan bahwa dalam diri Rasullullah SAW terdapat Syuri Tauladan yang baik. Menjadi seorang Anggota Polri adalah tugas yang mulia.Polisi adalah tiang Negara, apabila Polisi runtuh maka runtuhlah Negara. Sholat adalah tiang agama, maka Polisi adalah tiang dari Negara. Polisi menegaKkan hukum dan tidak memandang siapapun dia. Untuk itu Polisi harus lebih baik dari pada orang yang di hukum, apabila menjadi seoarang Polisi yang tidak baik maka dia akan mendapatkan hukuman dari Allah Swt.(Aby Zld)

About farabi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *