Home / POLISI KITA / Polairud Polda Malut Release Kasus Tindak Pidana Pelayaran Kecelakaan Laut dan Penangkapan Ikan Menggunakan Bahan Peledak

Polairud Polda Malut Release Kasus Tindak Pidana Pelayaran Kecelakaan Laut dan Penangkapan Ikan Menggunakan Bahan Peledak

Tribratanews.malut.polri.go.id-Polda Malut.Direktorat Polisi Perairan Polda Maluku Utara pada senin siang menggelar Konferensi Pers tentang dua kasus yang saat ini di tangani penyidik Direktorat Polair Polda Malut, yakni tentang Tindak Pidana Pelayaran (Laka Laut) dan Tindak Pidana Di Bidang Perikanan dengan melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (Bom) atau Destructive Fishing,Senin (24/06/19).

Direktur Polair Polda Malut Kombes. Pol. Arif Budi Winova S.IK. M.SI. didampingi Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar dalam konferensi pers menyampaikan bahwa penyidik Polair Polda Malut sudah menetapkan tersanga pada dua kasus yang berbeda, yakni kasus Tindak Pidana Pelayaran (Laka Laut) dan Tindak Pidana Di Bidang Perikanan dengan melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.

Tindak Pidana Pelayaran (Laka Laut):Laporan Polisi Nomor : LP / 10 / VI / 2019 / Dit Polairud, tanggal 22 Juni 2019, Tempat Kejadian, 20 Meter disekitaran pelabuhan Bastiong Kec. Ternate Selatan Kota Ternate. Penyidik Polair menetapkan dua orang tersangka yakni Masri Kasim 27 Tahun (Nakhoda SB. Delta) alamat Rum Balibunga Kec. Tidore Utara dan Idris Fabanyo 35 Tahun (Nakhoda PM. Mila), alamat Desa Rum Balibunga kec. Tidore Utara. Pasal yang disangkakan, Pasal 323 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Subsider Pasal 360 Ayat (1) KUHP Pidana Pasal 360 Ayat (1).

Kejadian Pada hari sabtu tanggal 22 Juni 2019 telah terjadi kecelakaan laut disekitar perairan bastiong Speed Boat Delta berlayar dari pelabuhan Speed Boat Bastiong Kota Ternate menuju Pelabuhan Speed Boat Rum Kota Tidore Kepulaua, namun sebelum sampai ke tempat tujuan sekitar 20 Meter dari dermaga, Speed Boat Delta menabrak perahu motor PM. Mila yang akan sandar di pelabuhan bastiong Kota Ternate. adanya peristiwa tabrakan tersebut mengakibatkan korban luka dan rusaknya barang dan harta benda (Speed Boat DELTA dan Perahu Motor PM. MILA). Petugas langsung mengecek dokumen dari SB. DELTA dan PM. MILA, namun faktanya dari keduanya diduga berlayar tanpa memiliki dokumen Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang dikeluarkan oleh syahbandar.

Barang Bukti : satu unit Speed Boat Delta, satu unit PM. Mila, satu lembar Asli SKK 60 Mil an. Idris Fabanyo, satu lembar sertifikat kesempurnaan PM. Mila, satu lembar Asli Pas Keci; PM. Mila, satu lembar SKK 30 Mil an. Masri Karim,  satu lembar Asli Pas Kecil Speed Boat Delta, satu lembar asli sertifikat kesempurnaan Speed Boat Delta.

Tindak Pidana Perikanan Melakukan Kegiatan Penangkapan Ikan Menggunakan Bahan Peledak ( Bom ) Destructive Fishing:Laporan Polisi Nomor : LP / 09 / VI / 2019 / Dit Polairud, Tanggal 21 Juni 2019, Pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019, masyarakat Desa Pasir Putih, Kec. Obi Utara, Kab. Halmahera Selatan mendapat informasi terkait penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (Bom Botol) di sekitar Perairan Desa Tapa Teluk Labungku.  Namun dalam pencarian tersebut tidak menemukan para pelaku dan kembali ke Desa Pasir Putih. Berselang 15 menit salah seorang masyarakat kembali mendapatkan informasi bahwa ada penangkapan ikan menggunakan Bom di sekitar Perairan Teluk Gurango. Masyarakat langsung menuju ke peraiaran Teluk Gurango, namun dalam perjalanan ke lokasi  para pelaku telah selesai melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.

Mayarakat langsung mengamankan para pelaku dan barang bukti di Kantor Desa Pasir Putih dan melaporkan kejadian tersebut ke Markas Unit Dit Polairud Polda Malut yang berada di Pulau Obi, Kab. Halmahera Selatan untuk di tindak lanjuti. Pelaku diantaranya Ahnir M Libi, Lamet Teken Alias Arifin Renyaan dan Yahya (masih dalam pencarian). Brang Bukti 1  Unit Perahu Longboat, 1 Unit Kompresor merk Shark, 1 Unit mesin 15 PK merk Yamaha, 1 Unit kacamata selam, 2 Ikat selang Kompresor, 1 Buah jerigen berisi kunci, 1 Ikat jaring kecil / selapa, Ikan Jenis Dolosi sebanyak ± 20 Kg.

Pasal yang dilanggar 84  ayat (1) Subsider Pasal 85 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor  31  tahun 2004 tentang perubahan atas Undang – Undang Republik Indonesia No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP Pidana.(Aby Zld)

About farabi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *