POLDA MALUKU UTARA TIDAK RAGU PECAT ANGGOTA YANG MENCORENG NAMA BAIK POLRI

BERBAGI INFORMASI

tribratanews.malut.polri.go.id – POLDA MALUT, Menyikapi pemberitaan yang berkembang di tengah masyarakat terkait mantan Polisi Wanita (Polwan) Polda Maluku Utara yang melayangkan gugatan terhadap Kapolda Maluku Utara di PTUN Ambon, Kepolisian Daerah Maluku Utara melalui Kabidhumas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil, S.I.K. angkat bicara. Selasa (25/01).

Menurutnya, yang bersangkutan sudah resmi dilakukan Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH) sejak tanggal 27 September 2021 berdasarkan Skep Kapolda Maluku Utara Nomor : KEP/264/IX/2021.

“Yang bersangkutan dilakukan PTDH karena telah melanggar kode etik profesi Polri dimana dia telah melakukan Tindak Pidana KDRT dan telah melakukan Tindak Pidana Penggunaan gelar akademik tanpa hak”. Jelasnya.

Lanjut Kabidhumas, untuk kasus Penggunaan gelar akademik tanpa hak sudah dilakukan Tahap II atau pengiriman tersangka R dan barang bukti ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara pada tanggal 11 Januari 2022 yang lalu. “R disangkakan melanggar pasal 93 Jo Pasal 28 ayat (7) UU RI nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan tinggi, Jo Pasal 21 ayat (1) Permenristekdikti RI Nomor 59 Tahun 2018 tentang Ijasah, Sertifikasi kompetensi, Sertifikasi, Gelar dan tata cara penulisan gelar di Perguruan Tinggi”.

Sementara itu, untuk kasus KDRT berdasarkan Laporan dari GS yang merupakan suami dari tersangka atas kasus KDRT dalam hal kekerasan fisik dengan Laporan Polisi Nomor : LP/07/III/2021/Malut/SPKT pada tanggal 6 Januari 2021.

“Langkah PTDH yang dilakukan Polda Maluku Utara ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang mengatakan Polri tidak ragu untuk memecat 30, 50, 500 anggota Polri yang merusak institusi dari dalam untuk menyelamatkan 400.000 lebih anggota Polri yang telah berbuat baik”. Jelas Kabidhumas.

Lebih lanjut Kabidhumas menegaskan bahwa Polri dalam hal ini Polda Maluku Utara tidak akan pandang bulu dalam penegakkan hukum. “Anggota yang mencoreng nama institusi Polri akan kita tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku”.

Dihimbau juga terhadap seluruh masyarakat Maluku Utara yang mendapati oknum yang menyimpang agar segera melaporkan ke Propam Polri di Mako Kepolisian terdekat. “Polda Maluku Utara tidak ragu pecat anggota yang mencoreng nama baik Polri”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *