Home / MITRA POLISI / Tatap Muka Dan Silahturahmi Cipayung Plus, Organisasi Pergerakan Mahasiswa Serta Bem Se Kota Ternate Bersama Kapolda Maluku Utara

Tatap Muka Dan Silahturahmi Cipayung Plus, Organisasi Pergerakan Mahasiswa Serta Bem Se Kota Ternate Bersama Kapolda Maluku Utara

 

 

 

 

 

Tribratanews.malut.polri.go.id-Polda Maluku Utara, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Drs.Suroto, M.Si., bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Malut dan Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda, S.I.K, menghadiri kegiatan Forum Discussion Group (FGD) tatap muka dan silahturahmi bersama dengan Cipayung Plus, Organisasi Pergerakan Mahasiswa serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas se-Kota Ternate di Cafe Dapur Ria Kota Ternate. Selasa, 8/10/19.

Dalam tatap muka dan silahturahmi bersama Cipayung Plus, Organisasi Pergerakan Mahasiswa serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas se-Kota Ternate, Kapolda Malut memberikan penjelasan mengenai dugaan penembakan terhadap Sugianto, salah satu mahasiswa yang menjadi korban dalam aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Kota Ternate, beberapa waktu lalu.

Kapolda Malut menjelaskan, sebelum kejadian dugaan penembakan terhadap Sugianto tanggal 25 September lalu itu, anggotanya telah diperintahkan tak boleh membawa senjata saat mengawal demonstrasi.

 

 

 

 

 

“Untuk mengungkap dugaan penembakan itu, polisi telah memeriksa 55 orang, yakni 36 dari anggota Polres Ternate, 11 orang mahasiswa, dan sisanya adalah masyarakat yang saat itu berada di lokasi.” Ujara Kapolda

Jenderal bintang satu di Polda Malut ini menjelaskan, secara umum keterangan yang didapatkan adalah tidak adanya gas air mata selama demonstrasi terjadi. Namun, ada dua orang saksi dari pihak HMI Cabang Ternate, yang melihat korban berlari dari arah Utara ke Selatan dengan luka di bagian mata. Saat itu, kata Kapolda, kedua saksi itu mengaku mendengar samar-samar, ada suara letusan. Hanya saja, mereka tidak mengetahui arahnya dari mana.

Selain itu juga, adanya pengakuan seorang mahasiswa, yang mendapatkan barang bukti berupa selongsong peluru gas air mata di dekat korban. Mahasiswa ini mengaku pada penyidik, bahwa saat selongsong itu ditemukan, sudah dalam keadaan terbungkus tas plastik.

 

 

 

 

 

“Dari hasil visum yang disampaikan pihak dokter. Hasilnya adalah trauma akibat benda tumpul.” Ucap Jenderal bintang satu.

Mengetahui hal itu, pihaknya lantas membawa selongsong peluru gas air mata ke hadapan dokter, dan menanyakan apakah luka yang ada pada korban kemungkinan berasal dari benturan dengan selongsong peluru gas air mata tersebut.

Dokter kemudian menjawab, bahwa tidak mungkin luka yang dialami Sugianto berasal dari selongsong peluru itu. Menurut pihak kedokteran, luka yang ada pada korban dengan bentuk sobekkan memanjang dari hidung hingga melewati bawah matanya. Luka itu juga tak beraturan.

 

 

 

 

 

“Oleh karena itu, tidak mungkin dia luka akibat benda ini (selongsong peluru gas air mata), kata dokter.” Jelas Kapolda, menirukan perkataan dokter.

Kapolda juga mengatakan, saat korban sembuh nantinya, keterangannya akan diambil, demi melengkapi kronologis kejadian, serta fakta-fakta di lapangan.

“Kami menawarkan dari pihak IAIN dan juga pihak mahasiswa, kalau memang ada dari kampus ingin bergabung dengan tim investigasi, kita terbuka untuk itu. Kita terang-terangan saja. Yang jelas kalau memang kita temukan bukti-bukti yang cukup anggota melakukan pelanggaran, kita tindak.” Tegas Kapolda. (Wtftt)

About wanto

Check Also

Ciptakan Suasana Damai Saat Unras, Polda Malut Gelar Pertemuan Dengan Polwan, Duta Dan Bem Universitas Se-Maluku Utara

          Tribratanews.malut.polri.go.id-Polda Maluku Utara, Menyikapi aksi aksi unjuk rasa yang ada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *